Desa Yang Kehabisan Perawan

Dari mulut ke mulut, berita tentang habisnya perawan di sebuah desa yang terletak di perbatasan kota semakin jelas terdengar. Tak ada lagi perempuan yang masih perawan di desa tersebut. Karena ingin membuktikan berita burung tersebut, pemuka agama dan kepala desa mengumpulkan semua perempuan yang ada. Setelah memberikan sedikit petuah, pemuka agama berkata:

“Tentu kalian semua sudah mendengar desas-desus kalau di desa ini sudah tidak ada lagi perempuan yang masih perawan. Kami ingin tahu apakah berita itu benar atau tidak. Karena itu, saya minta mereka yang masih perawan untuk berdiri.” 

Tak seorang pun yang berdiri….. 

“Kalian tak perlu merasa malu, takut atau sungkan. Kami tidak akan berbuat apa-apa, hanya ingin mengetahui berita burung tersebut. Ayolah, yang masih perawan silakan berdiri.” kata Pak Lurah. 

Tak seorang pun berdiri. 

“Jika kalian masih punya rasa hormat kepada Tuhan, tolong bagi yang masih perawan untuk berdiri.” kata pemuka agama. Suasana menjadi hening selama beberapa saat. Kemudian pelan-pelan seorang perempuan yang sedang menggendong bayinya berdiri. 

“Yang saya bilang tadi, yang masih perawan, Bu!” kata pemuka agama. 

“Tapi bayi perempuan ini baru berumur enam bulan, mana mungkin dia bisa berdiri sendiri.”

**********

😀 Maaf! kisah ini bukan penghinaan terhadap ajaran agama manapun, tetapi hanya sebuah kisah untuk membuat kita bisa tetap tertawa. 😀

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: