Bercinta Dengan 40 Perawan

Demi menguasai ilmu hitam, Lie Sidharta Limantara (41) diharuskan berhubungan intim dengan 40 gadis belia. Sadisnya, dia pun merelakan nyawa istri dan anaknya direnggut saat menjalankan ritual khusus. Pria yang akrab disapa Steven itu ditangkap polisi saat belum tuntas menjalani misi gilanya atau baru mengencani gadis ke-16.
Kejadian yang mengejutkan publik Surabaya, Jawa Timur, itu terungkap Selasa (1/2). Pasalnya, hampir semua korban dari pria yang juga seorang pengusaha real estate terkenal di Surabaya ini adalah siswi kelas III salah satu SMP swasta di kawasan Surabaya Timur. Selain itu, guna memuluskan aksinya, Steven yang tercatat sebagai warga Jalan Dharmahusada Indah Utara I-B, Surabaya, itu selalu mengaku sebagai sebagai anggota TNI aktif berpangkat Letnan Kolonel.
Untuk meyakinkan, Steven selalu mengenakan pakaian seragam tentara lengkap dengan tanda pangkat yang dia beli di Pasar Turi. Steven juga membekali diri dengan senjata airsoft gun dan senjata api jenis glock. “Kedua senpi itu dibelinya dari seorang teman seharga Rp 37 juta,” ujar Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Coki Manurung.
Menurut Coki, Steven bercita-cita menguasai ilmu yang disebut Batara Karang Abadi. Untuk menguasai ilmu itu, penganutnya harus merenggut keperawanan gadis belia berusia 14 tahun serta mengoleksi sejumlah jimat berupa keris dan bambu atau pring. “Dari 16 korban yang terungkap, sejauh ini baru orangtua dari tujuh korban yang melapor,” ungkapnya.
Lima dari tujuh korban itu berinsial LI, LT, RT, HN, dan FL. Mereka merupakan teman satu sekolah. Bahkan, korban berinisial LI sudah dikencani sebanyak 13 kali.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Anom Wibowo menambahkan, dalam pemeriksaan sementara terungkap bahwa ayah tiga anak tersebut mengenal dunia klenik sejak 2008. Dia mengaku punya beberapa guru spiritual sejenis dukun di Surabaya dan Mojokerto.
Dari salah satu dukun itulah Steven mengaku mendapatkan ajaran nyeleneh tentang obat awet muda. Dia disyaratkan meniduri puluhan ABG untuk menyempurnakan ajarannya. Setiap kali melakukan ritual, lanjutnya, dia selalu membekali diri dengan belasan jimat seperti keris, belati, pring kuning, dan keris berbentuk mirip jenglot.

Nyawa istri & anak
Bahkan, gara-gara ritual magis yang dilakukan di salah satu rumahnya di Jalan Ploso Timur VA pada Mei 2010, Steven harus kehilangan dua orang yang dicintainya, Hanum (istri) dan Jonathan (anak). Pasalnya, ritual yang menggunakan api itu membuat elpiji yang ada di dalam rumah meledak dan merenggut nyawa istri dan anaknya tersebut.
“Waktu itu semua mengira ledakan karena kecelakaan. Ternyata, ledakan itu dipicu ritual yang saya lakukan,” aku Steven.
Pria itu mengaku tak luka sedikit pun saat rumahnya meledak. Atas kejadian itu, dia diyakinkan oleh sang guru bahwa kematian anak dan istrinya adalah tumbal agar niatnya mendalami ilmu tercapai.
Gilanya lagi, Steven mengaku pernah berhubungan intim dengan tujuh anak di bawah umur dalam satu hari. Bahkan, sekali kencan bisa dilakukan bersama dua gadis sekaligus. Sebelum diajak kencan, para korban dimintanya untuk berfoto telanjang terlebih dahulu. Foto-foto inilah, kata Anom, yang menjadi salah satu senjata pelaku untuk terus meniduri para korban. Jika menolak, dia mengancam akan menyebarkan foto-foto tersebut.
Anehnya, menurut polisi, para gadis belia itu seperti terhipnotis dengan ilmu guna-guna, sehingga menuruti semua keinginan Steven. Selama ini, tempat yang selalu dijadikan sebagai lokasi berkencan dengan para ABG itu adalah sebuah hotel di Jalan Kali Kepiting dan Jalan Basuki Rahmad, Surabaya. “Saya memberi korban uang Rp 500.000 setelah melayani saya. Saya juga sering memberi mereka ponsel dan uang untuk kebutuhan lain,” aku Steven.

Ditangkap saat kencan
Sepak terjang Steven, jelas Anom, terhenti setelah Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya memerintahkan Kasubnit Vice Control (VC) Inspektur Dua Iwan Hari Purwanto untuk menindaklanjuti laporan salah satu korban. Setelah dilalukan penyelidikan, Steven diketahui sedang mengencani seorang korban yang dijemputnya saat pulang sekolah pada Jumat (28/1). “Dia mengajak korban ke Jalan Kertajaya. Dari petunjuk korban, kami mengetahui saat itu tersangka mengendarai mobil Toyota Innova hitam,” ujar Anom.
Setelah yakin, petugas yang melakukan penyelidikan segera menangkap pria itu. Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti 11 ponsel, termasuk dua unit BlackBerry, tujuh keris, satu senjata api, satu pistol airsoft gun, atribut, dan pelat nomor mobil TNI, serta foto-foto korban yang berhasil diabadikan. “Steven bisa membuat korban seperti gampang saja diajak kencan,” ujar Iwan.
Saat kasusnya digelar di Mapolrestabes Surabaya, Steven mengakui terus terang bahwa dia menggunakan ilmu guna-guna yang mengandalkan daya magis keris dan sejumlah jimat yang dimiliki. Begitu percaya dirinya dengan ilmu yang dimiliki, Steven bahkan pernah mendatangi rumah beberapa korbannya. Tanpa takut, Steven bertemu langsung dengan orangtua mereka.
“Kepada salah satu orangtua korban, tersangka berterus terang berhubungan intim dengan anaknya,” imbuh Iwan. Ia menambahkan, setelah memintai keterangan beberapa orangtua korban, mereka mengaku seperti terkena hipnotis saat Steven bertandang ke rumahnya. Meski pria itu berterus-terang, mereka tak kuasa untuk marah, apalagi melaporkan perbuatan tersangka ke polisi. Kepada petugas, Steven mengakui mempelajari ilmu Batara Karang Abadi. Selain itu, dia juga mendalami ilmu hitam lain seperti kekebalan, pengasihan, dan pelancar usaha. “Saya dikasih sama guru. Ada juga yang saya dapatkan dari mimpi, kemudian saya tarik ke alam nyata,” ungkap Steven.
Pada hari-hari tertentu Steven selalu memandikan jimatnya itu dengan minyak wangi jenis misik. Keberanian Steven memperdaya korban dan orangtuanya juga ditopang dengan status palsunya sebagai perwira TNI berpangkat letnan kolonel. Senjata api yang dimiliki juga menjadi pelengkap aksi.
Atas kejadian ini, tegas Anom, polisi akan menjerat pengusaha itu dengan Pasal 81 dan 82 UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana kurungan 15 tahun. Menurut Anom, sejauh ini yang terungkap dari mulut pelaku sudah 16 ABG yang dia kencani. Seharusnya, untuk mencapai tingkatan ilmu paling tinggi, syaratnya dia harus mengencani 40 gais belia.
Hanya saja, ungkap Kasat Reskrim, dari ke-16 korban itu baru tujuh yang melapor dan diwakili orangtua masing-masing. Untuk itu, polisi mengimbau para korban yang belum melapor agar segera melaporkannya, sehingga kasus ini dapat segera diproses lebih lanjut.

➡❓

—————————————-

Kadang ada yang gunakan Ilmu Hitam untuk mendapatkan seorang perawan, tapi kasus ini malah sebaliknya… 😆

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: