Tips Seks Untuk Perawan

Pada artikel berjudul Menjaga Keperawanan Saat ML (Making Love) telah disebutkan beberapa pertanyaan tentang keperawanan yang mengganggu pikiran seorang gadis atau perawan yang hidup dalam lingkungan remaja zaman sekarang. Jiwa muda yang labil dipenuhi dengan gelora dan keinginan untuk selalu mencoba sesuatu yang baru, memaksa mereka untuk keluar dari lingkaran budaya ketimuran. Berikut ini jawaban untuk beberapa pertanyaan tersebut.

  1. Apakah aku harus memberikan keperawananku pada seseorang yang tidak sah sebagai suamiku?
    Jika kamu bisa menahan diri, sebaiknya keperawanan sebagai kata untuk menyebutkan “First Sex” sebaiknya dilakukan hanya dengan suami sebagai pasangan yang sah dalam ikatan pernikahan, yaitu suami. Keinginan untuk mencoba melakukan hubungan seks dengan tujuan agar malam pertama tidak canggung, adalah persepsi yang salah. Karena kamu bisa belajar dari berbagai media informasi dan pengetahuan tentang seks. Perlu diketahui oleh para perawan, bahwa malam pertama (MP) tidak akan pernah seindah surga, jika kamu pernah melakukan hubungan seks sebelumnya…!!!😆
  2. Bagaimana jika nanti suamiku mengetahui bahwa aku tidak berawan lagi?
    Sobat perawan (yg udah nggk perawan)..!!! Komunikasi yang baik dan terbuka dengan pasangan kadang menjadi solusi untuk setiap permasalahan yang membebanimu. Namun perlu dipertimbangkan, apakah dia bisa mengerti dengan keadaan kamu atau sebaliknya, keterbukaanmu justru menghancurkan hubungan kamu dengannya. Masalah keperawanan tidak akan pernah diketahui oleh pasangan kamu, kecuali kamu yang memberitahukannya, baik melalui kata-kata maupun sikap. Jika suami menanyakan tentang keperawanan, jawab saja bahwa kamu masih perawan. Selanjutnya jawab dengan sikap kamu…!!❓ Maksud saya, saat melakukan hubungan seks pertama, bersikaplah layaknya itu adalah seks pertama bagimu. Bagaimana caranya? Kamu sendiri yang menjawabnya… bagaimana sikap kamu saat dulu kamu melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya…😆
  3. Bagaimana jika aku hamil?
    Untuk menjaga agar hubungan seks tidak berakhir dengan kehamilan, hendaknya kamu berhati-hati…!!! Karena melakukan hubungan seks pada dasarnya hanya untuk pasangan suami istri dalam rangka melanjutkan keturunan, dengan cara menanankan sperma ke rahim wanita. Tetapi karena kenikmatan luar biasa yang terdapat dalam proses pembuahan sel telur tersebut, membuat pasangan yang melakukan hubungan seks melupakan tujuan tersebut.Namun dalam hubungan seks pra nikah, tujuan utama adalah kenikmatan prosesnya saja tanpa ada keinginan untuk menciptakan garis keturunan.
    Hubungan seks tidak akan berakhir dengan kehamilan, jika sperma tidak masuk ke rahim dan melakukan pembuahan pada sel telur yang telah tertanam di dinding rahim wanita. Jadi, jangan sampai sperma terbuang dalam vagina kamu..!! Namun permasalahanya adalah, puncak kenikmatan hubungan seks justru berada di akhir hubungan, yaitu ketika orgasme pada pria yang ditandai dengan keluarnya sperma. Hal inilah yang kadang menjadikan hubungan seks berakhir dengan kehamilan, karena ia tidak mau dan tidak mampu melewatkan moment orgasme tersebut harus berakhir di luar vagina.
    Saran saya…. Jika kamu tidak ingin hubungan seks berakhir dengan kehamilan, sebaiknya mintalah pasanganmu untuk tidak menyemprotkan sperma dalam vaginamu. Atau, jika kamu masih merasa khawatir, gunakan pengaman…!!! Misalnya, mintalah pasanganmu untuk menggunakan kondom…. OK???🙂 Namun satu hal yang perlu saya tegaskan… Bahwa kamu tidak akan pernah hamil tanpa Ayah, jika kamu tidak pernah melakukan hubungan seks di luar nikah…😆
  4. Apakah bisa selaput daraku tidak robek jika aku melakukan hubungan seks?
    Seperti sudah saya sebutkan pada beberapa artikel sebelumnya, bahwa hubungan seks tidak selalu merobek  selaput dara (Hymen). Sebaliknya, hymen juga bisa saja robek oleh aktivitas selain hubungan seks. Sekarang yang perlu diketahui adalah bagaimana agar selaput dara (Hymen) pada dinding dalam vagina wanita tidak robek karena hubungan seks.
    Sobat perawan…!!! Selaput dara bisa robek jika ada sesuatu benda yang memaksanya untuk melebar di luar batas elastisitasnya. Hymen sebenarnya merupakan selaput yang cukup elastis untuk menerima benda yang melewatinya. namun hymen juga begitu tipis, sehingga kemungkinan robek juga sangat besar.
    Elastisitas selaput dara sangat dipengaruhi oleh emosi anda dan permisivitas vagina menerima sesuatu yang masuk dan menembusnya. Jika kamu ingin menjaga selapur dara dalam vaginamu tidak robek saat melakukan hubungan seks, maka sebaiknya jangan memasukkan penis sebelum kamu merasa sangat terangsang. Pada saat seorang wanita mulai terangsang, maka vagina dengan sendirinya akan melakukan permisivitas (memberikan izin masuk kepada penis untuk memasukinya). Saat terjadi permisivitas vagina tersebut, maka elastisitas hymen juga akan bertambah. Selain itu, cairan vagina yang keluar pada saat terangsang, akan membantu penis dalam melewati dinding vagina tanpa harus memberikan paksaan berlebihan.
    Permasalahannya adalah, lapisan selaput dara ini begitu tipis, sehingga boleh jadi ia tidak robek pada saat penis pertama kali melewatinya, tetapi akhirnya harus tetap robek karena gesekan yang terus menerus. Orgasme dalam hubungan seks tidak terjadi begitu saja ketika penis berhasil masuk dan tenggelam dalam vagina. Puncak kenikmatan dalam hubungan seks dipicu oleh gesekan yang terus menerus antara batang penis dengan dinding vagina. Jadi, jika kamu takut selaput daramu robek karena melakukan hubungan seks, maka sebaiknya lakukan seks dengan cara aman untuk perawan.🙄

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: