Tradisi Melepas Keperawanan di Afrika

Entah ini karena kemajuan, atau memang kebablasan. Afrika Selatan sudah menjadi negara demokratis, tapi juga negara bebas yang perkembangannya menyerupai Amerika Serikat. Bahkan, soal hubungan seks pun cenderung bebas sehingga timbul beberapa ekses sosial. Sebuah film remaja diputar di SABC, televisi terbesar di Afsel, pada pukul 21.00 waktu setempat, Sabtu (3/7/2010).

Intinya, sinetron itu berkisah tentang siswa-siswa high school(setingkat SMA). Di Afsel hanya ada elementary school yang terdiri dari kelas I sampai VII. Kemudian, sekolah dilanjutkan ke high school dari kelas VIII sampai XII.

Dalam kisah itu, para siswa menyiapkan pesta kelulusan. Mereka akan mengadakan pesta di rumah salah satu siswa yang besar dan luas. Namun, sebelum pesta tiba-tiba ada tulisan-tulisan di sekolah yang mengejek para siswa yang masih perjaka dan perawan. Seolah, hal sakral dan terpuji itu justru dianggap aneh oleh orang Afsel, manakala mereka sudah menginjak usia 18 tahun.

Lalu, terjadilah pesta kelulusan itu. Dan, siswi yang tadinya perawan dan siswa yang tadinya perjaka berusaha melepasnya di malam itu. Di lantai atas sudah tersedia beberapa kamar untuk melepas keperawanan dan keperjakaan itu. Siswa yang menemukan pasangan atau pasangan lama bisa bergantian memakai kamar untuk melakukan hubungan seks.

Tradisi Melepas Keperawanan di Afrika

Menurut orang-orang Afsel, pesta itu selalu terjadi di bulan Juni atau awal Juli, ketika datang masa kelulusan high school. Biasanya, pesta dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau dikemas seperti pesta kelulusan biasa.

Tahun ini, banyak pesta sembunyi-sembunyi, baik secara berkelompok maupun berdua dilakukan sebelum Piala Dunia 2010. Tentu, pesta melepas keperawanan dan keperjakaan. Dengan demikian, mereka akan bisa menikmati Piala Dunia 2010 dengan status “membanggakan” bagi pendapat mereka.

“Ya, di sini ada tradisi seperti itu. Sepertinya pengaruh dari Amerika. Biasanya sehabis kelulusan. Bagi yang masih menjaga norma, ini tentu mengkhawatirkan,” kata Djaka Widyatmadja, staf KBRI di Pretoria, yang sudah tinggal di Afsel selama 15 tahun.

Hal itu dibenarkan oleh Lesogo, seorang sukarelawan Piala Dunia yang bermarkas di FIFA Fan Fest Inner Free Park, Johannesburg. Menurutnya, di Afsel jika sudah berumur 18 tahun bebas menentukan pilihan dan bertindak. Bahkan, mereka juga bebas berhubungan seks, atau memutuskan menikah, karena sudah dianggap bisa bertanggung jawab dan mandiri.

“Terus terang, saya juga melakukan hal itu dan itu sudah lumrah. Tapi, saya melakukannya setelah berumur 18 tahun. Di Afsel, berhubungan seks dengan gadis di bawah 18 tahun merupakan pelanggaran hukum dan bisa didakwa dengan pasal pemerkosaan yang hukumannya sangat berat,” kata Lesogo.

Tradisi Melepas Keperawanan di Afrika

Meski begitu, kasus hilangnya keperawanan di Afsel bisa terjadi saat masih kecil di bawah 18 tahun. Ini berhubungan dengan keyakinan lokal. Dan, praktik seperti ini masih sering terjadi. Bahkan, praktik ini sempat ngetren karena ada isu bahwa AIDS bisa hilang jika berhubungan seks dengan balita.

Sebagai catatan, kasus HIV/AIDS di Afsel masih tinggi. Bahkan, Afsel termasuk negeri paling banyak pengidap AIDS-nya. Menurut catatan UNAIDS pada 2007, jumlah penderita AIDS di Afsel mencapai 5.700.000 orang. Artinya, Afsel menjadi negeri paling tinggi dalam hal jumlah penderita AIDS.

Menyambut Piala Dunia tahun 2010 lalu, kabarnya pesta melepas keperawanan dan keperjakaan cukup banyak. Memang dua hal itu tak ada hubungannya. Namun, mereka ingin menikmati Piala Dunia bersama pacarnya dan sudah dalam status sering berhubungan seks.

Tradisi Melepas Keperawanan di Afrika

Yang pasti, hubungan antara pemuda dan pemudi di Afsel memang bebas. Bahkan, tak jarang mereka mempertontonkan kemesraan, baik pelukan maupun ciuman bibir, di depan umum tanpa rasa risih. Orang-orang di sekitarnya pun juga cuek saja, seolah sudah menjadi pemandangan biasa.

Usia Untuk Melepas Keperawanan

Ternyata rata-rata usia kehilangan keperawanan di setiap negara berbeda-beda, berdasakan data survei dari Durex dan Harris Interactive menunjukkan bahwa gadis Eropa telah melakukan seks pertama kali pada usia 16 tahun bahkan di Iceland rata-rata 15,6 tahun, kecuali Prancis, Swiss dan Belanda rata-rata pada usia 18 tahun. Asia rata-rata di atas 20 tahunan, tertinggi Malaysia 23 tahun kecuali Indonesia 19,1 tahun.
Berikut datanya dari sumber terpercaya,

Country

Average age at first sex

Year

Malaysia 23 2007
India 22.9 2007
Singapore 22.8 2007
China 22.1 2007
Thailand 20.5 2007
Hong Kong 20.2 2007
Vietnam 19.7 2005
Nigeria 19.7 2007
Japan 19.4 2007
Spain 19.2 2007
Indonesia 19.1 2005
Poland 19 2007
Italy 18.9 2007
Taiwan 18.9 2005
Russia 18.7 2007
Mexico 18.7 2007
South Africa 18.7 2007
France 18.5 2007
United Kingdom 18.3 2007
Switzerland 18.2 2007
Canada 18.1 2007
Netherlands 18.1 2007
Greece 18.1 2007
United States 18 2005
Australia 17.9 2007
Turkey 17.8 2005
New Zealand 17.8 2007
Slovakia 17.8 2005
Germany 17.6 2007
Brazil 17.4 2007
Ireland 17.3 2005
Croatia 17.3 2005
Austria 17.3 2007
Czech Republic 17.2 2005
Chile 17.2 2005
Belgium 17.2 2005
Portugal 16.9 2005
Bulgaria 16.9 2005
Israel 16.7 2005
Finland 16.5 2005
Norway 16.5 2005
Sweden 16.2 2005
Denmark 16.1 2005
Iceland 15.6 2005

Sindikat Penjual Perawan

Akhirnya Sindikat Penjual Gadis ABG Perawan Terbongkar, Tarif 1-2 Jutaan

Hingar bingarnya dunia malam agaknya selalu berdenyut seiring dengan ekses kesenjangan ekonomi yang semakin tajam antara si kaya dan si miskin. Nilai moral dan etika yang 20 tahun lalu masih merupakan hal mutlak yang perlu dijaga kini mulai bergeser dengan semakin sulitnya persaingan hidup terutama di kota-kota besar.

 Belum lama ini tepatnya 19 September lalu sindikat perdagangan manusia (Trafficking) terbongkar di Surabaya, dan yang memprihatinkan obyeknya adalah para gadis ABG yang masih dibawah umur, dan diperdagangkan untuk kebutuhan prostitusi alias hiburan seks. Dikutip ruanghati.com dari situs Beritajatim.com menceritakan kronologis terbongkarnya kasus ini.

Tim dari kepolisian Polwiltabes Surabaya berhasil mengamankan dua wanita bernama Serly Wulan Megalina (21) warga Magersari, Mojokerto dan Kristin (21) warga Putat Jaya, Surabaya. Kini keduanya mendekam di tahanan Polrestabes Surabaya. “Kedua tersangka ini memperdagangkan anak di bawah umur untuk dijual ke lelaki hidung belang. Untuk sementara korbannya baru empat anak, tapi kita duga ada belasan anak yang menjadi korbannya,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (19/9/2010).

Keberhasilan petugas mengungkap trafficking yang dilakukan kedua tersangka ini berkat penyelidikan. Informasi yang diterima petugas menyebutkan bahwa selama bulan Ramadhan sering terjadi perdagangan anak dibawah umur di cafe, mall dan tempat hiburan. “Setelah dilakukan lidik, ternyata informasi tersebut benar. Kita terus melakukan penyelidikan dan mendapat informasi bahwa dua tersangka ini sedang transaksi jasa seks dengan seorang pengusaha asal Batam,” ungkap Anom.
Dalam informasi tersebut, terungkap pula bahwa pengusaha tersebut meminta kedua tersangka menyediakan empat wanita di bawah umur untuk diajak ngeseks. Pengusaha tersebut meminta kedua tersangka membawa empat gadis ke Hotel Palm In yang terletak di kawasan Kencana Sari, Surabaya. “Atas informasi tersebut, petugas lalu membagi tiga tim. Satu tim mengawasi gang masuk ke hotel, tim kedua mengawasi di depan pintu hotel dan tim ketiga berada di dalam hotel,” papar mantan Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim ini.
Sekitar pukul 15.00 WIB, petugas melihat sebuah taksi yang ditumpangi 6 cewek masuk ke hotel Palm In. Dan ke-6 cewek tersebut masuk ke kamar 520 tempat pengusaha asal Batam ngeseks dengan 4 anak di bawah umur. “Kita tak langsung melakukan penggerebekan. Kita tunggu beberapa menit. Setelah beberapa menit, kita langsung melakukan penggerebekan,” kata Anom.
Saat dilakukan penggerebekan, petugas memergoki seorang cewek sedang bercumbu dengan seorang pria di dalam kamar. Sementara tersangka Kristin dan Serly Wulan serta tiga cewek lainnya ternyata menunggu di dalam mobil. Selanjutnya kedua tersangka Serly Wulan dan Kristin serta empat cewek lainnya dibawa ke Polrestabes Surabaya guna dilakukan pemeriksaan. Dari penangkapan dua tersangka ini, petugas menyita barang bukti uang tunai Rp 4 juta, 1 HP Nokia 5800, 1 buah HP Esia, 1 buah HP Samsung, 2 buah kondom dan 2 lembar Bill hotel Palm In.
Dari hasil pemeriksaan terungkap kalau harga keperawanan seorang cewek berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta. Dari harga tariff sebesar itu, sang anak akan mendapat 65 persen, sementara sisanya 35 persen diperuntukkan sang makelar. “Bila mendapat tariff Rp 1 juta, maka sang anak dibawah umur itu akan mendapat bayaran Rp 650 ribu, sedangkan sisanya Rp 350 ribu untuk sang makelar yakni dua tersangka itu,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo di Mapolrestabes Surabaya.
Cerita lainnya masih di Surabaya yaitu kisah mahasiswi yang nyambi jadi germo dengan menjual anak SMU yang masih perawan ke pria hidung belang yang dikutip ruanghati.com dari harian Surabaya Pagi berikut, salah seorang mahasiswi di Surabaya Barat, sebut saja namanya Lolly, mengaku pernah menjual anak SMA yang masih perawan. Saat itu dia mendapat order dari om-om yang dikenalnya sewaktu clubbing. Lalu, dia mencari mangsa di sekolahan kawasan Ketintang. “Di sana kan banyak pereknya (perempuan eksperimen-red),” ucap Lolly.
Dia lantas menghubungi seorang makelar cewek, dan ditemukan lah cewek yang lagi butuh uang. “Waktu saya tanya, bener ta pingin jual perawanmu? Dia jawab iya. Terus saya tawari, dia tidak menolak. Katanya dia lagi butuh-butuh banget uang,” cerita dia. Kemudian, si Lolly ini mengantarkan siswi tersebut ke sebuah hotel di kawasan Tunjungan untuk ditemukan kepada om-om yang membookingnya. “Waktu itu, jangan-jangan dia nggak perawan. Tapi lego, tibakno tamune ngaku puas. Areke ae metu teko kamar jik mekeh-mekeh mlakune,” tutur Lolly sembari tertawa terkekeh-kekeh. Ditanya berapa anak SMA yang masih perawan itu dia jual? “Saya jual Rp 5 juta, dan si omnya juga mau. Dia bayar ke aku cash Rp 5 juta, setelah mencoba keperawanannya. Separuhnya tak kasih dia,” bebernya
Prostitusi merupakan salah satu masalah sosial serius selain meningkatnya kriminalitas terutama karena rendahnya pendidikan yang diakibatkan mahalnya biaya pendidikan dan semakin susahnya mendapatkan pekerjaan (Tingkat Pengangguran) yang masih tinggi. sesungguhnya kedua penyakit sosial ini masih bisa teratasi asalkan moral dan pegangan nilai yang dianut masih kuat, namun gaya hidup materialisme dan hedonisme terutama diperkotaan yang semakin menjadi menyebabkan keinginan yang semakin banyak akan pemenuhan kebutuhan dan ini tidak didukung dengan bekal cukup untuk mendapatkannya sehingga banyak orang mencari jalan pintas salah satunya melakukan tindak kriminal hingga menjual diri di dunia prostitusi.
Oleh karenanya kita bisa mulai menjaga diri kita keluarga dan lingkungan terdekat kita dari wabah gaya hidup seperti diatas dengan lebih banyak menanamkan pemahaman akan moral nilai dan agama yang sangat penting untuk menjaga dan membentengi diri dari ekses gaya hidup materialisme yang bisa berakibat pada penyakit masyarakat seperti cerita diatas.

Air Liur Perawan

Air Liur Perawan Cina Diperjualbelikan di Internet

Menurut laporan Hunan Online, Penjual tersebut mengklaim bahwa air liur ini bisa digunakan sebagai “obat kuat” dan dihargai £ 2 perbotol kecil.

Dalam botol tersebut juga tersedia gambar gadis remaja yang berumur 18 tahunan, Namun pihak taobao.com telah menghapus gambar tersebut setelah menerima puluhan protes tentang produk tersebut.

Penjual eceran yang mengatas namakan Zhou, menyatakan bahwa dia hanya tertarik dengan ide ini. Dan kenyataan sampai saat ini dia gagal untuk menjual satu botol tersebut.

Air liur tersebut dikumpulkan dari remaja gadis yang berumur 18 tahun ketika mereka tidur, dan pembeli dapat membayar nanti setelah teruji kebenaran dan keaslian produk tersebut.

Mengapa Vagina Perawan Lebih Nikmat?

Pada awalnya, aku ingin menulis artikel tentang sebuah alasan, kenapa vagina perawan itu berasa lebih nikmat?😆 Tapi niat itu kemudian aku urungkan, karena terlebih dahulu, aku ingin tahu jawaban dari para pembaca sekalian.
Sebelum anda membaca artikel-artikel lain dalam blog ini, saya ingin anda menyempatkan diri untuk memberikan pendapat anda di sini.

Tolong berikan komentar kamu tentang
MENGAPA VAGINA PERAWAN LEBIH NIKMAT?

Penetrasi Dalam Hubungan Seks

Secara bahasa penetrasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu penetration, yang berarti: penerobosan; penembusan; perembesan: — kebudayaan luar mempengaruhi daerah itu (1) Dalam konteksnya dengan hubungan seks, penetrasi berarti masuknya alat kelamin laki-laki (penis) ke dalam alat kelamin perempuan (Vagina). Sebagaimana diungkapkan oleh dr. Boyke Dian Nugraha SpOG, dr. Naek L Tobing dan beberapa Dokter Spesialis Obstetricus dan Ginaekolog lain,  dalam seminar-seminar mengenai seks. Penetrasi merupakan persoalan penting buat rumah tangga. Sebab penetrasi adalah langkah awal terjadinya sebuah rumah tangga. Namun banyak orang (laki-laki tentunya) mempunyai masalah dengan hal ini. Sehingga sering terjadi kemelut rumah tangga karena disfungsi penetrasi. Biasanya sang nara sumber dalam seminar menjawabnya dengan memberi ulasan bahwa untuk hal tersebut dibutuhkan kondisi psikologi yang sehat, badan yang fit dsb. Minum jamu, pijat refleksi, olahraga yang cukup, istirahat yang cukup sering menjadi solusi bagi penderita disfungsi penetrasi ini, Begitulah versi dr. Boyke dkk. (2)

Penetrasi dalam hubungan seks pada dasarnya tidak akan bisa dilakukan, jika penis mengalami disfungsi ereksi, atau tidak bisa tegang (impoten). Selain itu, kenikmatan puncak dalam penetrasi tidak akan bisa dicapai oleh pasangan wanita, jika pasangan pria mampu melakukan penetrasi pada vagina, namun mengalami ejakulasi dini, atau terlalu cepat mencapai orgasme.

____________________
Meskipun vagina sudah tidak perawan, penetrasi ke vagina tetap tidak akan bisa dilakukan, apabila penis masih lembek…. :

Perawan China

_____________________

Meskipun blog ini ditujukan untuk para cewek, terutama yang masih perawan (yang udah nggak perawan, nggak usah minder, ya…!!!), tapi gue yakin, yang mengunjungi blog ini kebanyakan cowok… Terutama yang pingin tau banyak tentang cewek….😆

Artikel-artikel berikut, mungkin lebih menarik untuk kamu baca daripada sekedar melihat foto cewek di atas…😆

 

Ukuran Penis Untuk Perawan

Banyak pria meyakini ukuran penis yang besar adalah jaminan mendapat kenikmatan yang besar pula. Bahkan, bukan tak mungkin akan membuat wanita puas dalam bercinta. Benarkah?😆❓

Berdasarkan rangkaian sejarah, kesusastraan, dan kedokteran yang diakui suatu bangsa Maya, hasrat memiliki penis besar untuk kaum pria sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu. Dari bangsa Egypt, Roman, Phoenician, atau Victorian.

Karena itu, banyak pria yang melakukan banyak cara untuk membuat penis lebih besar. Dari mencukur bulu halus di sekitar penis untuk menciptakan ilusi bahwa penisnya besar hingga menyuntikkan lemak ke area genitalnya itu.

Menyuntik penis dengan lemak, disinyalir dapat membuatnya tampak lebih besar. Namun, efek ini hanya berhasil empat sampai lima bulan saja.

“Suntikan lemak pada penis dapat membuat penis jadi lebih bengkak. Tapi, cara ini hanya memberikan efek sesaat. Bila sudah lebih dari lima bulan, bentuknya akan kembali seperti semula,” ujar Sexologist, Dr Elna McIntosh.

Mengapa pria merasa sangat tertarik untuk membuat penisnya besar? Ternyata, jawabannya masih jadi misteri.

“Mungkin Anda juga termasuk pria yang berpikiran pasangan akan lebih bahagia jika penis Anda sangat besar. Itu merupakan mitos yang tidak benar,” papar McIntosh.

Saat berhubungan intim, masih menurut McIntosh, wanita tidak hanya fokus pada penis. Ciuman, pelukan, sentuhan ketika bercinta dapat membuat wanita orgasme, meski tanpa intercourse.

“Kelebihan beberapa sentimeter dalam ukuran penis Anda bukan menjadi suatu persoalan di mata pasangan,” katanya.

“Menurut saya, hasrat memiliki penis besar di mata pria merupakan suatu bentuk dari keinginan lain. Agar dapat lebih percaya diri ketika beraksi di ranjang. Di benak pria, dengan penis besar, bisa memuaskan pasangannya,” sambung McIntosh.

Banyaknya pria yang berusaha membuat besar penisnya ternyata telah menjamur di setiap pelosok negeri. Meski begitu, McIntosh menyarankan kepada pria untuk belajar mengetahui dirinya sendiri dengan baik.

“Sebaiknya jangan tergubris dengan mitos penis besar lebih dapat memberi kepuasaan pada wanita. Bersikap percaya diri dengan penis yang dimiliki. Dan mengetahui titik erotis yang dimiliki penis dapat memberi kepuasan seks yang tak kalah hebatnya,” tandas McIntosh 🙂

_____________________

Maaf…!! Buat para cewek..! Sepertinya artikel tentang penis besar ini bukan bacaan buat kamu deh….!!! :lol: Tapi nggak salah juga sih, kalo kamu pingin nambah-nambah ilmu tentang cowok….🙂🙂🙂

Hubungan Seks Kakak dan Adik

Aku yakin Kak Angga masih menginginkan melakukan hubungan seks dengan Mama saat kami kembali ke kamar kami masing-masing, tetapi ia tidak mau memaksa Mama yang sudah terlihat lelah dan terpuaskan….

(Apakah anda ingin membaca cerita sebelumnya?) 
YA atau TIDAK

*********************

Betul saja kata Mama, semakin aku tahu, maka semakin banyak ingin ku ketahui lagi. Kenapa Kak Angga seperti tidak pernah mencapai puncak kepuasan? Apakah memang begitu seharusnya? Tugas laki-laki hanyalah untuk memuaskan perempuan dalam hubungan seks? Pertanyaan-pertanyaan itu kembali memenuhi benakku, sehingga aku berpikir untuk mencari jawabannya dari Kak Angga.

Posisi kamarku memang lebih dekat dengan kamar Mama daripada kamar Kak Angga yang berada paling depan. Saat berada di depan kamarku, aku berpikir untuk tidak kembali ke kamar, tetapi mengikuti Kak Angga ke kamarnya. Ku lihat Kak Angga berjalan menuju kamarnya dan berniat membuka pintu kamarnya. Aku masih ragu, apakah pertanyaan dalam beakku ini harus ku tanyakan sekarang, atau nanti saja menunggu waktu yang tepat. Dalam kebingungan itu, aku dituntut untuk berpikir cepat dalam memutuskan, sebelum Kak Angga masuk dan mengunci pintu kamarnya. Ku lihat Kak Angga mulai melangkah masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya. Dalam keadaan yang sangat mendesak itu, akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti Kak Angga ke kamarnya, tanpa sepengetahuan Mama.

Aku berlari kecil menuju pintu kamar Kak Angga yang baru saja tertutup. Dalam pikirku, aku harus masuk ke dalam kamar Kak Angga sebelum pintu itu terkunci. Dengan sedikit bergegas, ku raih gagang pintu kamar Kak Angga dan langsung ku buka. Aku beruntung, Kak Angga masih berada di balik pintu, dan hampir mengunci kamarnya. Melihat pintu kamar yang kembali ku buka dari muka, membuat Kak Angga terkejut.

“Ridhya!” Tanpa menghiraukan keterkejutan Kakakku, pintu kamar Kak Angga kembali ku tutup dan langsung ku kunci dari dalam. Setelah itu aku berbalik menghadap tubuh Kak Angga yang masih telanjang. Ku tatap batang kemaluannya yang mulai melemas terjuntai.

“Kak! lakukan denganku!” Pintaku sambil menarik kedua tangan Kak Angga.

“Tapi Mama tidak membolehkan, Dhya!”

“Ini rahasia kita, Kak! Mama nggak perlu tahu…”

Mendengar tawaran yang berbau permintaanku, akhirnya Kak Angga menerima tanpa berpikir terlalu lama, karena aku yakin Kak Angga masih belum mencapai kepuasan saat melakukan hubungan seks dengan Mama. Dengan sedikit senyuman kecil di bibirku, ku tarik lengan Kak Angga, dan ku baringkan tubuhku di tempat tidur Kak Angga seperti yang ku lihat Mama lakukan. Aku berbaring dengan paha mengangkang. Kak Angga yang sepertinya juga masih sangat bernafsu melakukan hubungan itu, langsung mengambil posisi. Ia duduk di lantai kamar dan mengarahkan wajahnya ke selangkanganku, lalu dengan lembut menjilati belahan vaginaku.

Kembali ku rasakan sensasi saat Mama menjilati vaginaku. Tetapi kali ini dilakukan oleh Kak Angga. Kali ini ada hal yang berbeda dengan yang ku rasakan sebelumnya, karena kali ini, selain merasakan lidah yang memainkan belahan vaginaku, aku juga merasakan sensasi lain saat kedua tangan Kak Angga meremas-remas payudaraku yang baru mulai tumbuh. Aku mulai menemukan alasan, mengapa Mama mendesah saat bagian-bagian tubuhnya disentuh oleh laki-laki, karena aku sendiri tidak bisa menahan desahan yang keluar secara tidak sadar dari bibirku.

Tak berapa lama, Kak Angga berdiri dan sepertinya moment yang aku tunggu akan segera terjadi. Saat Kak Angga berdiri, aku bisa melihat batang penisnya yang panjang dan besar berdiri tegak mengacung. Tanpa pikir panjang, tangan Kak Angga memegang batang penisnya dan mengarahkan kepala penisnya ke belahan vaginaku yang saat itu masih ditumbuhi oleh bulu-buku kecil. Kak Angga memainkan kepala penisnya di belahan vaginaku, luar biasa rasanya saat kepala penis Kakak menyentuh clitorisku.

Kak Angga mencoba naik ke atas ranjangnya dengan tetap pada posisi mengarahkan ujung penisnya ke belahan sempit di selangkanganku. Dengan posisi tiarap bertopang tangan, Kak Angga mencoba memasukkan penisnya ke dalam lobang vaginaku. Dapat ku rasakan kepala penis Kak Angga memaksa masuk ke lobang vaginaku. Aku hanya diam karena tak tahu harus berbuat apa. Aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya saat penis seorang pria menerobos masuk ke dalam lobang vagina.

Kak Angga terus mencoba menekan pantatnya agar batang penisnya bisa masuk sempurna ke dalam vaginaku. Memang tidak terasa sakit bagiku, tetapi sepertinya lobang vaginaku memang masih terlalu sempit untuk menerima ukuran penis orang dewasa. Namun demikian, aku tetap membiarkan Kakak berusaha memasukkan penisnya ke lobang vaginaku. Kak Angga menatapku dengan birahi yang terbalut rasa kasihan. Ia kemudian merebahkan tubuhnya di atas tubuhku dengan penis berada di sela pahaku yang terkangkang.

“Sakit, Dhya!?” bisiknya di telingaku.

“Tidak, Kak!” Jawabku singkat.

“Dhya! punyamu sempit sekali…”

“Iya juga sih..!! Tapi apa bukan karena punya Kakak yg terlalu besar, Kak?”

“Nggak juga…!! Kakak coba lebih keras, nggak apa-apa kan?

“Paksa aja, Kak! Ridhya nggak merasa sakit kok…”

Kakak kembali mengambil posisi dan mengarahkan kepala penisnya ke lobang vaginaku. Aku juga berusaha mengangkang selebarnya agar batang penis Kakak bisa masuk lebih mudah ke dalam vaginaku. Dapat ku rasakan kepala penis Kak Angga kembali memaksa masuk ke dalam lobang vaginaku yang sempit. Ia berusaha menekan lebih keras agar penisnya bisa masuk. Hingga akhirnya, ia berhasil memasukkan kepala penisnya masuk dalam vaginaku. Memang kepala penis Kak Angga benar-benar terasa sesak dalam dalam vaginaku. Bagaimana jika seluruh panjang penis Kakak itu masuk sempurna, seperti apa rasanya.

Kak Angga kembali menarik kepala penisnya sedikit keluar, lalu memasukkannya kembali dengan tekanan yang lebih kuat, sehingga dapat ku rasakan sedikit demi sedikit batang penis Kak Angga mulai memenuhi rongga sempit dalam vaginaku. Kak Angga terus berusaha memasukkan penisnya dengan menarik dan menekan pantatnya, hingga akhirnya seluruh batang penis yang besar dan panjang itu berhasil masuk sempurna dalam lobang vaginaku. Dapat ku rasakan rongga vaginaku terisi sesak dengan penis Kak Angga.

Dalam posisi penis yang telah tenggelam sempurna, Kak Angga merebahkan tubuhnya di atas tubuhku selama beberapa saat. Ku dengar ia berbisik di telingaku:

“Huuh..!! nikmat sekali, Dhya! punya kakak bisa langsung keluar kalau dijepit erat begini….” Mendengar kata-kata Kak Angga, aku jadi bingung. Apa maksud dari kata “keluar” yang dia ucapkan.

“Keluar apanya, Kak?” Tanyaku penasaran.

“Ya, nanti kamu akan tahu sendiri… Kakak mulai, ya?” Aku semakin penasaran dengan jawaban Kakak. ditambah lagi Kak Angga mengatakan kata “Mulai”. Dalam pikiranku, bukankah Kakak telah berhasil memasukkan penisnya ke dalam vaginaku? Dalam bingung, aku diam saja dan membiarkan Kakak kembali menegakkan tangannya, dan selanjutnya ia menarik batang penisnya yang telah tenggelam sempurna dalam vaginaku, lalu menekannya masuk kembali.

Kakak terus melakukan itu dengan perlahan terhadapku, sehingga dapat ku rasakan gesekan antara batang penis Kak Angga dengan dinding rongga vaginaku, yang menghasilkan sensasi baru yang belum pernah ku rasakan. Semakin lama gerakan Kak Angga memainkan penisnya keluar masuk di lobang vaginaku semakin cepat, sehingga sensasi kenikmatan itu semakin terasa. Tidak ada rasa sakit sama sekali yang ku rasakan, meskipun sebenarnya lobang vaginaku terasa sangat sesak dengan masukknya batang penis Kakak. Yang terasa hanya sensasi kenikmatan yang tidak bisa aku ungkapkan.

Gerakan penis Kak Angga semakin cepat mengobok-obok lobang vaginaku yang terasa sangat becek, hingga akhirnya tubuhku mengejang seirama dengan ada rasa sesuatu yang ingin menyembur keluar dari dalam vaginaku yang terisi sesak oleh penis Kak Angga.  Desah di bibirku tak bisa ku tahan lagi, aku merasa seperti benar-benar ingin pipis, hingga tak seberapa lama kemudian tubuhku melemas.

Lalu tiba-tiba Kak Angga mengeluarkan penisnya dari lobang vaginaku dan mengarahkannya ke permukaan perutku, kemudian tiba-tiba cairan putih susu yang kental menyemprot deras dari ujung penis Kak Angga. Beberapa kali semburan itu mengotori permukaan perut dan dadaku, hingga akhirnya penis Kak Angga terlihat melemas dan mengecil. Kak Angga juga terlihat terhengal kelelahan lalu menghempaskan tubuhnya di sisiku.

“Kak! ini diapa’in?” tanyaku pada Kak Angga tentang cairan putih di atas perutku. Kak Angga menatapku dengan senyum kecil di bibirnya.

“Itulah yang Kakak maksud dengan “Keluar”, Dhya! Kata kakak dengan nada sedikit mengejek sekaligus memberitahuku.

“Maksud Kakak?”

“Iya..!! Cowok itu ya, kalau udah keluar sperma baru lemas…”

“Ini sperma, ya Kak?”

“Iya…!! Tuh di atas meja Kakak ada tissue… bersihin sendiri…” Kata Kak Angga. Aku pun bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju meja untuk mengambil tissue dan membersihkan air semburan dari penis Kakak yang ternyata namanya sperma….😆

*********************

Saat matahari mulai bangkit dari peraduannya, aku terbangun karena aku merasa ada sesuatu yang merayap di selangkanganku. Dengan setengah terkejut, ternyata itu lidah Kakak yang kembali menggodaku untuk kembali melakukan hubungan seks. Tanpa penolakan sedikitpun, ajakan Kakak itu bersambut, karena ada rasa nikmat yang sangat besar yang selalu ingin ku rasakan. Bahkan dalam dinginnya suasana subuh, aku merasakan adanya kenikmatan yang lebih sensasional, karena vaginaku aku juga sudah mulai terbiasa dengan penis berukuran lebih besar dari kapasitas rongga vaginaku….🙂

Usiaku Baru 13 Tahun

Namaku Ridhya. Saat ini aku sudah kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di kotaku. Kisah ini adalah tentang saat pertama kali aku melakukan hubungan seks. Saat itu usiaku baru 13 tahun, dan masih belum mengerti tentang seks. Di usiaku itu, memang tidak seharusnya aku mengenal seks, tetapi keadaan membuat aku harus mengenal seks lebih awal. Begini ceritanya….😆

*****************

Ketika aku lulus SD, Ayah bercerai dengan Mama, semenjak itu aku hanya tinggal dengan Mama dan Kakakku, Angga, yang harus berhenti kuliah karena Mama sudah tidak mampu membiayai kuliah. Sejak perceraian itu terjadi, Ayah kawin lagi dengan seorang wanita muda dan tinggal di Jakarta. Kak Angga sekarang bekerja di sebuah pabrik pengolahan kayu yang berjarak tak begitu jauh dari desa tempat tinggalku. Sementara Mama bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang juragan di desaku. Mama dan kakakku tidak pernah berada di rumah pada saat siang hari. Mereka sibuk dengan rutinitas pekerjaaannya masing-masing. Jadi, setiap pulang dari sekolah, aku hanya sendiri di rumah. Karena terbiasa sendiri itu, aku juga terbiasa dengan pekerjaan rumah seperti memasak dan mencuci pakaian.

Hari itu sepulang sekolah, aku langsung ke rumah tempat Mamaku kerja. rencananya mau minta izin langsung ke sekolah, karena sorenya ada kegiatan PRAMUKA di sekolah. Tetapi ku lihat dari luar, rumah tempat Mamaku bekerja sebagai pembantu itu terlihat sangat sepi. Pintu pagar memang terbuka, pintu depan tertutup dan sepertinya tidak ada suara orang di dalam rumah. Akhirnya, ku coba mengetuk pintu dan memanggil pemilik rumah.

“Juragan!” panggilku sambil mengetuk pintu depan. Beberapa kali ku coba mengetuk, tetapi tidak ada jawaban. Semula aku berpikir untuk pulang ke rumah, mungkin Mamaku pulang lebih cepat. Tetapi sebelum itu, aku mencoba menyisir jalan di samping rumah tersebut, siapa tahu pemilik rumah atau Mama mungkin sedang berada di belakang rumah.

Saat aku sedang menelusuri sisi rumah tempat Mamaku bekerja, aku mendengar suara seorang perempuan sedang mendesah dalam kamar yang berada di bagian bekang rumah. Aku penasaran dengan suara itu, akhirnya ku dekati sebuah jendela kaca dan mencoba melihat siapa yang ada di dalam kamar itu dan kenapa wanita itu mendesah.

Alangkah terkejutnya diriku dengan apa yang ku lihat melalui jendela kamar tersebut. Pak Hermadi, Juragan pemilik rumah tempat Mamaku bekerja sebagai sebagai pembantu rumah tangga, sedang berbaring terlentang di atas tempat tidur tanpa sehelai pakaian pun. Sementara itu, duduk di atas perutnya seorang perempuan yang tidak lain adalah Mamaku sedang menggoyang-goyang pantat dan pinggulnya juga dalam keadaan bugil.

Melihat pemandangan yang tidak biasa itu, bibirku secara tidak sadar memanggil Mama. Pak Hermadi dan Mama terkejut mendengar suaraku dari balik jendela kamar. Mereka langsung menghentikan aktivitas mereka dan kembali mengenakan pakaian yang berhamburan di dalam kamar tidur itu. Aku yang masih belum mengerti, tentang apa yang mereka lakukan hanya terdiam melihat mereka mengenakan kembali satu-persatu pakaian mereka. Mama kemudian bergegas keluar dari kamar dan datang menemuiku di depan rumah.

“Kenapa kamu kesini, Sayang?” tanya Mamaku yang menyambutku di pintu depan rumah Pak Juragan.

“Ma! tadinya aku cuman mau minta izin, soalnya sore ini ada kegiatan PRAMUKA di sekolah. Aku ketok-ketok pintunya, nggak ada yang buka, makanya aku coba lihat ke belakang, siapa tahu Mama ada di belakang.”

“Ya, sudah..!! Kamu boleh langsung balik lagi ke sekolah. Tapi jangan kamu ceritakan pada siapa-siapa ya tentang apa yang kamu lihat hari ini, ya Sayang!” Kata Mama padaku, seraya memberikan uang 5ribuan kepadaku. Tiba-tiba di belakang Mama, Pak Juragan juga memberikan selembar uang 50ribu kepadaku, kemudian berkata kepadaku:

“Ini, Bapak kasih uang jajan juga buat kamu!”

“Ah..! Tidak usah juragan!” kata Mamaku pada Pak Hermadi. Tetapi Pak Hermadi mendekatiku dan berdiri di sampingku sambil memasukkan uang tersebut ke saku baju seragam PRAMUKA yang ku kenakan. Entah sengaja atau tidak, ia sempat menyentuh payudaraku yang baru tumbuh, sambil membisikkan di telingaku:

“Bapak akan memberikan 2x lipat, jika besok kamu mau kesini dan melakukan seperti yang dilakukan Mamamu pada Bapak.”

Mendengar permintaan Juragan yang dibisikkan ke telingaku itu, tiba-tiba Mama menjawab:

“Jangan Juragan! Ridhya masih terlalu muda! Jangan hancurkan masa depannya Juragan..!!”

Aku yang tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan, hanya mengiyakan dan beranjak meninggalkan Mama dan Juragan yang masih berada di depan rumah. Meskipun tersimpan sejuta pertanyaan dalam benakku tentang apa yang baru saja ku lihat antara Mama dan Juragan, tetapi tidak begitu perduli. Hal yang membebaniku adalah, kenapa aku harus merahasiakan apa yang mereka lakukan di dalam kamar tersebut.

*****************

Rasa penasaran tentang apa yang hari itu ku lihat, membuatku merasa benar-benar ingin tahu. Awalnya, aku ingin mencoba bertanya pada Kak Angga, tetapi aku ingat bahwa Mama melarangku untuk menceritakan pada siapapun, jadi niat itu ku urungkan. Pak Hermadi juga menawariku uang jajan 2x lipat jika aku mau melakukan apa yang dilakukan Mama terhadapnya. Entah apa yang harus ku lakukan, tetapi jelas tawaran Juragan sangat menggiurkan bagiku.

Malam itu, sekitar pukul 22.00, dari kamarku ku dengar Kak Angga mematikan TV dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat, karena besok ia akan kembali bekerja. Sementara aku dan Mama sudah sejak tadi berada di kamar kami masing-masing. Karena rasa penasaran atas pertanyaan yang tak terjawab, beberapa saat setelah Kak Angga masuk ke kamarnya, aku keluar dari kamarku menuju kamar Mama. ku ketok kamar Mama dengan perlahan, karena berharap Kak Angga tidak mengetahui rahasia antara aku dan Mama. Dengan suara sedikit berbisik, ku panggil Mamaku dari depan pintu kamarnya. Ku dengar Mama berjalan melangkah ke depan pintu dan kemudian membuka pintu kamar.

“Ridhya!” Kata Mamaku yang terkejut saat melihatku ada di epan kamarnya. Bersamaan dengan itu, aku juga sangat terkejut dan terperangah, karena saat membukakan pintu kamarnya, Mama tidak mengenakan sehelai kain pun untuk menutupi tubuhnya. Dalam keadaan sama-sama terkejut itu, Mama kemudian menarikku ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya.

“Kenapa kamu kesini, Sayang?” Tanya Mama.

“Aku hanya mau tanya, kenapa Ridhya harus merahasiakan yg terjadi di rumah juragan? Memangnya ada apa sih, Ma?” Tanyaku pada Mama karena saat itu aku benar-benar tidak mengerti dan sangat penasaran. Mama terdiam menatapku selama beberapa saat. Kemudian dia berkata kepaaku.

“Sayang! semakin kamu mengerti tentang masalah orang dewasa, maka akan semakin banyak rahasia yang harus kamu jaga.”

“Ma! Jika memang harus begitu, Ridhya siap, Ma! Ridhya hanya pingin tahu aja kok, Ma!”

“Sayang! kamu masih terlalu muda untuk mengerti masalah ini.”

“Ridhya kan sudah SMP, Ma! kalau Mama terus menyuruh Ridhya merahasiakan ini, siapa yang akan menjawab pertanyaan Ridhya.?” Mama kembali terdiam menatapku. Sepertinya ia tidak tahu harus menjawab apa lagi untuk mengelak dari pertanyaanku. Dengan pandangan tajam dan jauh ke dalam mataku, kemudian Mama menjawab.

“Jika kamu memang siap, Baiklah! Mama akan jelaskan padamu…!! Tunggu di sini dan lepaskan seluruh pakaianmu..!!” setelah mengatakan itu, Mama keluar dari kamarnya tetap dengan tubuh bugilnya dan meninggalkanku sendiri dalam kamarnya. Seperti apa yang dia perintahkan, kulepaskan seluruh pakaianku hingga seluruh tubuh kecilku bugil tanpa busana. Aku semakin penasaran, seperti apa jawaban yang akan ku dengarkan, apakah aku benar-benar sudah siap dengan konsekuensi yang Mama berikan.

*************

Tak berapa lama, pintu kamar Mamaku kembali terbuka, kemudian ku lihat Mama masuk ke dalam kamar, tetapi aku terkejut, karena Kak Angga berjalan di belakangnya juga tanpa mengenakan sehelai pakaian pun.

“Kak Angga!” kataku dengan nada terkejut.

“Ridhya!” Kak Angga pun terkejut melihatku ada di kamar Mama dalam keadaan telanjang bulat. Kak Angga menatap ke arah Mama, lalu berkata, “Ma! Kenapa Ridhya ada di kamar Mama?”

“Biarkan saja! Malam ini biarkan adikmu menjadi wanita dewasa…” Jawab Mama sambil menarik tanganku dan membimbingku naik ke atas tempat tidurnya. Dalam keadaan tidak mengerti tentang apa yang aku lihat, Aku duduk di atas tempat tidur Mama, sementara itu Mama membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya itu, kemudian berkata pada Kak Angga:

“Sayang! Cepat lakukan seperti biasa!” Aku benar-benar tak mengerti, mengapa Mama mengatakan itu pada Kak Angga. Apakah ini hal yang biasa bagi mereka orang-orang dewasa? Selain aku yang hanya terdiam melihat Mama yang telah terbaring dengan kedua pahanya mengangkang, Kak Angga juga terlihat bingung. Sepertinya dia tidak tahu harus melakukan apa. Mama kembali menatap Kak Angga, lalu berkata:

“Angga! Ayo..!! Biarkan adikmu melihat apa yang ingin dia ketahui…!!”

Dengan ragu-ragu Kak Angga melangkah mendekati Mama dan dengan perlahan ia mendekatkan wajahnya ke selangkangan Mama lalu menjilati belahan vagina Mama yang ditumbuhi bulu hitam yang sangat lebat. Apa maksud Mama menunjukkan ini terhadapku masih belum bisa ku mengerti. Aku hanya terdiam dan terus mengamati Kak Angga yang terus menjilati vagina Mama. Sementara Mama mulai mendesah dengan irama nafas yang semakin cepat, seperti merasakan sesuatu yang sangat nikmat.

Tak lama kemudian, Kak Angga naik ke atas tempat tidur Mama dan memposisikan tubuhnya di antara paha Mama. Saat Kak Angga mulai naik ke tempat tidur Mama, aku terbelalak. Ini pertama kali aku melihat kemaluan laki-laki yang terlihat begitu keras, besar dan panjang mengacung tegak menatap langit. Aku tidak pernah mengetahui bahwa ternyata alat kelamin laki-laki bisa keras seperti itu.

Kak Angga kemudian mengarahkan kepala kemaluannya ke belahan vagina Mama dengan tangannya dan kemudian mendorong pantatnya dengan perlahan hingga akhirnya batang kemaluan Kakak tenggelam dalam lobang kemaluan Mama. Melihat apa yang ada di depan mataku, tanpa sadar tanganku menyentuh vaginaku dan membayangkan kemaluan bisa masuk dalam lobang vaginaku yang kecil.

Dalam keterpukauanku melihat pemandangan yang tidak pernah aku saksikan sebelumnya, tiba-tiba tangan Mama menyentuh vaginaku dan memainkan jari tengahnya di permukaan belahan vaginaku. Aku berusaha tetap diam dan merasakan. Mungkin ini cara Mama menjawab pertanyaan-pertanyaanku. Mama terus menyentuh vaginaku hingga semakin lama, semakin dapat ku rasakan semacam sensasi alamiyah yang tidak pernah ku rasakan sebelumnya. Ada kenikmatan yang tidak bisa ku ungkapkan dalam bentuk kata-kata, kemikmatan yang mampu membuat jantungku berdetak kencang dan membuat darahku berdesir kencang. Tanpa sadar, aku larut dalam kenikmatan itu. Mataku terpejam, seolah tidak lagi ingin mengetahui apa yang dilakukan Kak Angga terhadap Mama.

Beberapa saat kemudian, Mama berhenti menyentuh vaginaku. Ia berbalik dalam posisi menungging dan membuka selangkanganku. Kali ini Mama melakukan apa yang dilakukan Kak Angga terhadapnya tadi, yaitu menjilati belahan vaginaku. Karena posisi yang tidak begitu pas, maka Mama menarik tubuhku sehingga aku tidak lagi dalam posisi duduk sempurna, tetapi berbaring mengangkang dengan tubuh yang masih di tobang oleh kedua lenganku. Dalam posisi seperti itu, dapat ku lihat Kak Angga kembali mengambil posisi di belakang Mama yang sedang menungging. Ia kembali mengarahkan kemaluannya yang terlihat sangat keras ke lobang vagina Mama dan memasukkannya. Ku lihat Kak Angga sangat menikmati saat batang penisnya keluar masuk vagina Mama.

Sementara itu, permainan lidah Mama di belahan vaginaku juga benar-benar membuatku merasakan nikmat yang luar biasa. Seluruh syaraf di tubuhnya rasanya tertarik ke vaginaku. Aku tak kuasa tuk diam. Sensasi lidah Mama membuat seluruh tubuhku mengejang. Hingga akhirnya aku merasa pipis dan seluruh tubuh menjadi lemas. Melihat aku seperti itu, Mama menghentikan jilatannya. Dia bergerak mendekatiku, sehingga kemaluan Kak Angga yang masih sangat tegang itu keluar dari lobang Vagina Mama. Mama berbaring disampingku dan berkata:

“Sayang! itulah rahasia orang dewasa… Meski kamu terlalu dini untuk mengenalnya, tetapi Mama yakin, kamu bisa mengerti bahwa itulah kebiasaan orang dewasa yang tidak bisa mereka tinggalkan…”

Aku yang kelelahan terbaring di samping Mama. Mama juga terlihat sangat lelah dengan apa yang baru saja kami lakukan dalam kamar itu. Sementara Kak Angga masih terduduk di atas tempat tidur Mama sambil memegang batang kemaluannya yang masih tegak berdiri. Kak Angga kemudian juga berbaring di belakang Mama sambil kembali memasukkan batang kemaluannya ke lobang vagina Mama dari belakang dalam posisi Miring. Dapat ku lihat dengan jelas, lobang vagina Mama terbuka lebar karena dimasuki oleh penis Kak Angga. Bibir vagian Mama juga bergerak mengikuti keluar masukknya kemaluan Kak Angga di vagina Mama.

Sambil meremas-remas payudara Mama yang besar, Kak Angga terus menggenjot lobang vagina Mama. Dalam posisi Mama yang masih terbaring miring menghadapku, ku lihat Mama terpejam merasakan permainan Kak Angga. Aku yang telah terkulai di hadapan Mama sambil terus menyaksikan pemandangan orang dewasa, kembali berpikir, seperti apa kenikmatan yang dirasakan saat penis masuk dalam lobang vagina.

Dengan membawa rasa penasaran yang besar, ku beranikan diri menyentuh kemaluan kakakku yang masih keluar masuk di lobang vagina Mama. Dapat ku rasakan batang kemaluan kakak yang masah oleh cairan vagina Mama. Mungkin cairan itulah yang membuat kemaluan laki-laki bisa dengan mudah keluar masuk di lobang vagina yang sempit, pikirku…😆

Masih dalam posisi miring tersebut, tiba-tiba Kak Angga berbisik di telinga Mama:
“Ma! Boleh nggak Angga maen sama Rithya?” Mendengar bisikan Kak Angga itu, aku sangat senang, karena aku juga berkesempatan merasakan seperti apa kenikmatan yang Mama rasakan saat lobang vaginanya yang basah ditusuk oleh kemaluan laki-laki.

“Belum!” Jawab Mama. Mendengar jawaban Mama itu, aku merasa sedih dan hanya terdiam dalam rasa penasaran dan membayangkan kenikmatan yang mereka rasakan.

Akhirnya, permianan mereka berakhir ketika Mama terlihat mengejang dan meminta Angga mengeluarkan penisnya dari vagina Mama. Ku lihat batang penis Kak Angga masih tegak berdiri, dan sepertinya ia masih ingin menggenjot lobang vagina Mama. Tetapi sepertinya Mama benar-benar kelelahan atau mungkin juga Mama telah mencapai puncak kenikmatan. Mama kemudian memelukku dan berkata padaku:

“Sayang! Sekarang kamu sudah mengetahui semua rahasia kehidupan orang dewasa. Suatu saat nanti, kamu juga akan merasakan bagaimana seorang laki-laki atau perempuan tidak bisa menahan diri untuk melakukan ini…” Aku dan Kak Angga hanya terdiam dan mengangguk mendengar perkataan Mama itu….

Bersambung….. Ku berikan keperawanku